Skip to main content

GROUP CHAT?


Hai hai! Maaf ya guys sebelumnya ini pengumuman telat banget. Habisnya namanya juga anak baru keun :3 sibuk diMOS. So, yeah nggak usah panjang-panjang langsung deh kita urai dulu kenapa, apa. manfaat, dari dibuatnya grup ini.

Kok Line?

Line adalah grup chat besutan NAVER. Setelah Blackberry Messenger, Line adalah aplikasi tukar pesan instan yang paling digunakan dinegara kita, Indonesia ini. Setelah dilihat dari banyak ulusan, sepertinya para randomers pada punya Line, deh. Yang merekomendasikan untuk memakai GC Line juga lebih banyak dari pada rekan sejawatnya, seperti WhatsApp, Hangouts dan lain-lain. Selain itu dengan banyaknya stiker imut yang disediakan Line, group chat kita pasti jadi terkesan lebih hidup!

Ngobrol-ngobrol Cantik

Seperti yang udah pernah disampaikan di post-post sebelum ini--yang ber-tag #RandomPeople. Udah dijelasin ya kalau kita itu grup online yang landasan idiilnya adalah mencari teman seperjuangan? Nah! Dengan adanya fasilitas groupchat kalian pasti bisa pada saling kenal.


Sharing

Sharing is caring. Sering banget denger istilah itu?
Nah! Adanya groupchat bisa banget tuh jadi tempat share ilmu-ilmu blogging ke temen-temen. Tujuannya ya sama kaya tujuan komunitas ini, yaitu untuk mamajukan para blogger remaja indonesia, supaya bisa memproduksi karya yang keren-keren. 



Improve Skill

Dengan adanya groupchat, yang menjadi wahana kita mengenal orang baru dengan kualitas kerja yang berbeda-beda. Berbagi pemikiran dan bertukar tips, mampu memungkinkan kita untuk memiliki kemampuan yang lebih update, modern, dan yang pasti nih, kekinian. Menerima berbagai jenis saran tentu bisa membantu kisa mengasah skill blogging yang kita punya menjadi lebih kece dan pro!


Nah, gimana guys? Keren kan event kita satu ini? So guys...



sumber flat design : http://www.flaticon.com

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Wajah Kita Hari Ini

Tahun 2003 silam, Emha Ainun Nadjib pernah menulis artikel untuk menanggapi carut-marut konflik Raja Dangdut dengan budaya goyang ngebor yang 'katanya' dilekasi Inul. Tajuknya pun gak kalah panas; Pantat Inul Adalah Wajah Kita Semua , tulisnya. Dalam artikel itu, Emha mencolek Sang Raja Dangdut, sebagai figur Bapak dari masyarakat dangdut yang adalah anak asuhnya. Ketidaksetujuan Bapak Dangdut atas perilaku nge- bor Inul dianggap Emha sebagai perilaku yang tergesa-gesa dan tidak bijaksana. Karena sesungguhnya goyang nge- bor nya si Inul adalah rekapitulasi budaya dangdut yang sadar atau tidak sadar sudah dibiarkan Raja Dangdut untuk tumbuh dalam Kerajaannya. Kemana si Bapak Dangdut sewaktu budaya ini marak di pelosok tanah air? Kenapa seakan-akan baru sadar akan keberadaannya ketika goyang Inul nge-top? Sebenarnya yang dimusuhi itu goyangnya atau kenge-top-annya? Kemana perginya kepedulian itu ketika industri dangdut kita yang kapitalistik ini memupuk budaya goyang aurat? Hari ...

What Should You Do After Joined #RandomPeople

[₁] Maaf nih sebelumnya. Setelah di cek lagi ternyata oh ternyata. Kami lupa masang di formulir tentang url blog kalian. Hehe, pasti nih ada beberapa dari kalian yang juga sudah merasakan kejanggalan ini. Iya kan? Nah, untuk itu kami minta tolong sama kalian untuk ngasih tau url blog kalian lewat komentar.  Formulirnya sudah di update. Tapi bagi kalian yang merasa belum, please  kasi tau url blog kalian di kolom komentar atau di c-box. [₂]   GROUP CHAT KITA SEKARANG ADA DI HANGOUT.   Jangan merasa nggak punya Hangout ya gengs. Aplikasi dari Google ini adalah aplikasi yang umumnya tersedia sebagai aplikasi default di android kamu. Ketika kamu punya akun Google+ otomatis kamu dapat memakai semua layanan Google kan? Termasuk, Hangout. Tetapi kami membutuhkan e-mail kalian nih, untuk masukin kalian ke Groupchat kita.  SO, MAKE SURE YOUR E-MAIL IS RELEVANT, USED AT YOUR BLOGGER AND GOOGLE PLAY ACCOUNT. THANKS. [₃] Namanya komunitas online. Nggak lengka...

Blue Eye Samurai: Epos Keberingasan Dendam Yang Setia pada Keaslian

Saya adalah penikmat segala jenis media yang berasal dari negeri mata hari terbit. Mulai dari literatur, komik sampai film, semuanya saya lahap habis. Mau bagaima lagi, semua orang tau seberapa pandai orang Jepang bikin cerita yang menarik. Apalagi dengan berbagai refrensi kehidupan romantis di era feudal Jepang yang susah dan penuh tantangan. Kehidupan berdarah seorang tentara militer samurai. Malam-malam panas para pelacur di distrik merah Kyoto. Pastinya, orang Jepang gak akan kehabisan material untuk diceritakan.  Makanya, saya, secara jujur, mendeklrasikan diri sebagai salah satu dari sekian banyak orang yang keras menkritik media orientalis. Dalam konteks ini, saya memaknai media orientalis sebagai segala media berbau ketimur-timur-an yang diproduksi oleh orang-orang kulit putih. Seperti Geisha (2005), dan Shogun (2024), yang baru-baru ini menang Emmy. Sebuah media yang ditulis dengan tangan kedua, menurutku, akan sulit untuk menggapai esensi ekslusif yang hanya bisa diketa...