Fanfiction 101!



Aku hobi banget menulis. Bahkan aku punya ritual menulis sebuah prosa singkat, setiap kali aku selesai menonton sebuah film. Biasanya tulisanku itu berupa "versi yang lebih aku" dari film yang baru saja aku tonton. Bibit plagiarisme? I don't know, haha maybe?

Tapi enggak, kok. Sebelum aku, pasti ada banyak sekali orang yang punya kebiasaan sama. Makanya muncul istilah fanfiction, yang dalam Bahasa Indonesia kita sebut fanfiksi atau fiksi penggemar. 

Aku sendri mengenal istilah ini sekitar tiga tahun yang lalu. Ketika aku masih berada dalam fandom legendaris K-Pop yaitu E.L.F (fans Super Junior). Saat browsing-browsing aku enggak sengaja menemukan cerita yang tokohnya om-om Super Junior. Sejak saat itu aku mulai suka baca fanfiction, terutama dari Fanfiction.Net, juga blog dari platform tetangga, which is Wordpress. Kebiasaan ini terus berlanjut sampai aku pindah fandom ke EXO-L (fans EXO)(oke aku tahu aku nggak loyal). Di era-era EXO-L inilah aku mulai bikin blog lagi di platform Wordpress, dan nulis-nulis fanfiction aku disana.

Definisi

Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, Fiksi penggemar  adalah sebuah karya fiksi yang dibuat oleh penggemar berdasarkan kisah, karakter atau latar yang sudah ada. Fiksi penggemar berlaku untuk buku, film, novel, selebritis atau tokoh-tokoh terkenal lainya.

Tapi kadang-kadang penulis fanfiksi juga memasukan karakter tambahan, yang merupakan hasil imajinasinya sendiri. Tokoh khayalan ini biasa disebut OC (Original Characther). Ada juga fanfiksi yang memasukan pembaca sebagai tokoh cerita didalamnya. Yang beginian biasanya disebut Imagines. Misal, kita (sebagai pembaca) menjadi tokoh utama perempuan (heroine) yang bermain bersama tokoh utama lelaki (hero), yang di dunia nyata merupakan seorang tokoh idola atau selebritis.

Dari pemaparan diatas, mulai jelas ya kalau sejatinya fanfiksi itu cerita 'ngayal babu'. Yang plot ceritanya dimulai dari kata 'Gimana ya..'.Lalu, titik-titik setelahnya bebas mau kamu isi apa saja, sesuai dengan imajinasi kamu. Dengan inilah, fans bisa melatih skill kepenulisan mereka, dengan cara asyik (meski rada ngayal babu).

Rating

Sama seperti bentuk karya yang lain, fanfiksi ini juga punya rating. (Kata Wikipedia: Rating adalah klasifikasi berdasarkan adegan, penggunaan bahasa, dan unsur-unsur lain yang berada dalam sebuah fanfic.). rating yang dipakai dalam fanfiksi umumnya berdasarkan pada rating di film-film.
  • G (General) : artinya cerita tersebut boleh dibaca oleh semua umur.
  • K (Kids) cerita diperuntukan untuk anak-anak.
  • T (Teen) : cerita diperuntukan utuk remaja.
  • M (Mature) : cerita yang berisi adegan-adegan yang hanya dapat dipahami dengan baik oleh orang dewasa.
  • A (Adult) : cerita diperuntukan untuk pembaca yang sudah matang, alias dewasa. Biasaya cerita be-rating ini punya plot atau konten yang agak kompleks untuk bisa dipahami remaja atau anak-anak.
  • PG (Parental Guidance Sugested) : beberapa hal setidaknya tidak sesuai untuk anak, tapi nggak semua. Maka dari itu dianjurkan bimbingan orang tua (parental guidance).
  • PG-13 (Parental Strongly Cauntioned) : ada banyak banget hal yang tidak sesuai dengan anak berusia dibawah tiga belas tahun. Adegan yang iya-iya, kekerasandan sebagainya.
  • R (Restricted) : Orang yang berusia dibawah 17 tahun (usia bervariasi, tergantung tempat) perlu pendampingan orangtua saat membaca cerita ber-rating ini. Biasanya karena ada beberapa adegan vulgar, tidak senonoh dan kekerasan.  
  • NC-17 (No Child Under 17 Admitted) : Wah kalau sudah ada kata 'NO CHILD', udah jelas kali ya kalau cerita ini SAMA SEKALI tidak diperuntukan untuk anak dibawah usia tujuh belas tahun. due to sexual content, harsh words, or hardcore crime.

Panjang

Fanfiksi dibagi juga berdasarkan jumlah kata (panjang) dari fanfiksi tersebut.
  • Drabble : adalah fanfiksi yang sangat pendek, umunya terdiri dari 100 atau 200 kata saja.
  • Ficlet : fanfiksi yang cukup panjang, tapi tidak lebih sampai 1000 kata.
  • Vignette : fanfiksi ini panjangnya  lebih dari 1000 kata, namun tidak kurang dari 3000.
  • Oneshoot : kita bisa menyebut oneshoot sebagai cerpen, di dunia kepenulisan biasa. Namun oneshoot memiliki panjang lebih dari 3000 kata. 
  • Short Story : fanfiksi ini memiliki part, namun cuma satu atau tiga part saja.
  • Series : a.k. seri. yang berarti fanfiksi ini teriri dari banyak part.
  • Novel-Lenght : artinya fanfiksi itu memiliki part atau panjang yang hampir-hapir sama seperti novel.
  • Stand Alone : dari segi jumlah kata, stand alone sama aja kaya Oneshoot. Cuma, kalau stand alone itu lebih mirip spin-off daripada cerpen.

Genre

Of course,  as another fiction, fanfiksi juga punya genres: feel atau emosi yang digunakan penulis untuk membangun sebuah cerita.
  • Drama : cerita yang sebagian konfliknya terdiri dari banyak sekali emosi, yang bertujuan untuk menghanyutkan pembaca dalam sungai plot. 
  • Adventure : cerita yang konfliknya berisi tentang petualangan seseorang untuk mencapai suatu tujuan. Mirip-mirip seperti plot yang ada pada  film Journey To The West.
  • Parody : cerita yang dibuat berdasarkan cerita yang sudah ada, namun dikemas dalam versi lucu. Contoh paling mumpuni dari genre ini adalah film Gnarnia.
  • Angst : cerita yang sangat sangat memainkan emosi pembacanya, sehinga bisa saja membuat pembaca menangis. Biasanya fic dengan genre ini akan berakhir sad-ending.
  • Supernatural : kisah yang didlamnya melibatkan kemampuan yang tidak dimiliki manusia pada umunya. Seperti kekuatan super atau indra keenam.
  • Sci-Fi : kependekan dari Scince Fiction. Dalam Indonesia kita sebut, Fiksi Ilmiah. Adalah cerita yang memasukkan unsur-unsur teknologi didalamnya.
  • Poetry :  fanfiksi yang dikemas dalam bentuk untaian kata indah, seperti puisi.
  • Fantasy : cerita yang dialamnya terdapat unsur-unsur yang sama sekali tidak nyata. Berdasarkan mitos-mitos atau legenda jaman dahulu kala.
  • Crime : Intinya bercerita tentang sebuah tindakan kriminal.
  • Bromance : Brother Romance. Menceritakan tentang hubungan kasih sayang non-romantis antar saudara (umunya cowok). Bukan incest ya, karena sekali lagi: hubungan non-romantis.
  • Family : fanfiksi yang ceritanya menyinggung issues yang biasa terjadi dalam keluarga.
  • Hurt/Comfort : cerita dimana terdapat seorang tokoh yang harus menerima penderitaan, lalu datanglah tokoh lain, yang akan membawanya keluar dari penderitaan tersebut.
  • Fluff : kisah romansa pendek yang kadar romantisnya bisa bikin meleleh pembaca.
  • Riddle : sebuah cerita dimana penulis menebarkan clue (petujuk) dalam ceritanya. Sehingga pembaca dapat menebak apa yang sebenarnya terjadi dalam cerita tersebut.
  • Mystery : banyak yang beranggapan kalay Mystery  itu sama kaya Riddle. Tapi sebenarnya enggak juga sih. Riddle itu lebih seperti tebak-tebakan yang membutuhkan jawaban (dari pembaca) dan memiliki sebuah jawaban yang paling benar. Tapi kalau Mystery itu murni cerita yang bikin kita menebak-nebak alias penasaran. Kita bisa ambil Sherlock Holmes, sebagai contoh serial dengan genre ini.
  • Crack : cerita yang lucunya nggak ketulungan.
  • Thriller : cerita yang fokus menebarkan kejutan sepanjang cerita dengan plot yang super ngebut. 
  • Horror : cerita yang bertujuan membangun emosi takut dari pembaca. Biasanya untuk tujuan itu penulis menggunakan hantu, psikopat atau bahkan eksistensi-tak-diketahui(yang jujur. aku suka banget).
  • Gore : Horror, Thriller, Mystery dan Angst yang digabung. Singkatnya merupakan sebuah cerita yang penuh dengan ketegangan, misteri, dan juga kesedihan ekstrem yang dikemas dalam alur cepat. Menurutku pribadi, Gore ini lebih seperti Horror yang dikemas dengan penuh kesadisan didalamnya. Seperti film SAW.
  • Action : cerita yang menceritakan tentang sebuah aksi si tokoh utama melawan sesuatu, atu menjawab sebuah tantangan. Seri terkenal James Bond, adalah contoh paling baik untuk genre ini.
  • Love/Hate : cerita benci jadi cinta.
  • Smut : cerita yang isinya penuh 'sesak' dengan adegan intim antara tokohnya.
  • Married-Life : menceritakan tentang isu yang berkaitan dengan dunia pernikahan. Jalan ceritanya kurang lebih sama seperti webtoon Pasutri Gaje.
  • School-Life : menceritakan tentang isu seputar anak sekolahan. Katakanlah, ceritanya memiliki feel yang serupa sama Dilan 1990.
  • Song Fic : fic yang terinspirasi dari lagu.
Istilah-istilah lain :
  • Yuri (Shoujo-ai) : kisah cinta romantis antar perempuan(?)
  • Yaoi (Shounen-ai) : kisah cinta romantis antar sesama pria(?)
  • Aternal Universe (AU) : fic ini sama sekali berbeda dengan dunia nyata. Misalnya sifat tokoh dalam cerita tersebut berbeda dari sifatnya di dunia nyata.
  • OTP (One True Pairing) :  pasangat faforit kita dalam fic tersebut.
  • Ship : ship yang ini bukan kapal, ya. Ship disini memiliki arti yang kurang lebih sama dengan OTP.
  • Out Of Characther (OOC) : karakter tokoh terkenal dalam cerita itu berbeda dengan karakter aslinya. Misalnya, Albert Einstein yang begitu cerdas berubah jadi dungu dalam fic tersebut.
  • Cross Gender : Jenis klamin tokoh terkenal dalam cerita tersebut dibuat berbeda dengan aslinya. Contohnya Emma Watson, yang merupakan seorang perempuan di dunia nyata menjadi tokoh pria dalam fic tersebut.
  • POV (Point of View) : sudut pandang cerita.
  • Chanllange Fic : fic yang dibuat berdasatkan tantangan dari pembaca.
  • Beta-Reader : melakukan sendiri evaluasi fic. Edit lah gampangnya.
  • Canon : kebalikan dari AU. Canon adalah fic dengan konten yang bersumber dari aslinya.
  • Seme : istilah untuk tokoh Yaoi yang berperan sebagai 'pria' (maskulin) dalam cerita.
  • Uke : istilah untuk tokhoh Yaoi yang berpern sebagai 'wanita' (feninim) dalam cerita.
  • Disclaimer : kolom disklaimer.
  • Crossover : nyampurin banyak banget tokoh dari dunia yang berbeda dalam satu fanfiksi.
  • Fujoshi : fans Yaoi.
  • Hiatus : tidak lagi menulis fic dalam jangka waktu yang lama.
  • Comeback : nulis fic lagi setelah hiatus.
  • Rasa Lokal : fic tersebut dibuat dengan menggunakan citra lokal dari lokasi dimana penulis fic tersebut tinggal. Misalnya, Anakln Skywalker, diceritakan sebagai tukang cilok. Tapi istilah ini lebih populer dikalangan penulis fanfic dalam negeri, sih.
Begitulah kiranya hal-hal yang wajib kita ketahui tentang Fanfiction. Bukan cuma kalau kita ingin jadi penulis, tapi juga sebagai tambahan ilmu. Artikel #Fanfiction101 ini dibuat berdasarkan artikel dengan jenis yang sama oleh Wikipedia, dan IFK (Indonesia Fanfiction Kpop). Semoga bisa membantu pembaca sekalian! 

Cheerio!

7 comments: