Skip to main content

I share my spotify's saved playlist called chill

chill INFORMAL. NORTH AMERICAN very relaxed or easy going.
so, in my own opinion, all of these songs that entered this playlist considered as a song with a very relaxed beat, rhyme, and lyrics as well. but, (warning) if you don't agree with me, tell me why at comments section!

IU - BBIBBI



Why Don't We - Why Don't We Just


can't find the original version. so, i introduce you, Matt Walden a very talented soundcloud artist!

galdive - lotus



Post Malone - Sunflower


Post Malone wants you to give them some love by listening to Sunflower from every stream app available! *evil laugh*

Stars and Rabbit - Man Upon The Hill




bonus!

Float - Sementara




p/s : saya menjadi anak indie, entah sejak kapan wkwk. and, in case u guys wondering, the guy in thumbnail is lee jin wook.

Comments

Popular posts from this blog

Wajah Kita Hari Ini

Tahun 2003 silam, Emha Ainun Nadjib pernah menulis artikel untuk menanggapi carut-marut konflik Raja Dangdut dengan budaya goyang ngebor yang 'katanya' dilekasi Inul. Tajuknya pun gak kalah panas; Pantat Inul Adalah Wajah Kita Semua , tulisnya. Dalam artikel itu, Emha mencolek Sang Raja Dangdut, sebagai figur Bapak dari masyarakat dangdut yang adalah anak asuhnya. Ketidaksetujuan Bapak Dangdut atas perilaku nge- bor Inul dianggap Emha sebagai perilaku yang tergesa-gesa dan tidak bijaksana. Karena sesungguhnya goyang nge- bor nya si Inul adalah rekapitulasi budaya dangdut yang sadar atau tidak sadar sudah dibiarkan Raja Dangdut untuk tumbuh dalam Kerajaannya. Kemana si Bapak Dangdut sewaktu budaya ini marak di pelosok tanah air? Kenapa seakan-akan baru sadar akan keberadaannya ketika goyang Inul nge-top? Sebenarnya yang dimusuhi itu goyangnya atau kenge-top-annya? Kemana perginya kepedulian itu ketika industri dangdut kita yang kapitalistik ini memupuk budaya goyang aurat? Hari ...

Blue Eye Samurai: Epos Keberingasan Dendam Yang Setia pada Keaslian

Saya adalah penikmat segala jenis media yang berasal dari negeri mata hari terbit. Mulai dari literatur, komik sampai film, semuanya saya lahap habis. Mau bagaima lagi, semua orang tau seberapa pandai orang Jepang bikin cerita yang menarik. Apalagi dengan berbagai refrensi kehidupan romantis di era feudal Jepang yang susah dan penuh tantangan. Kehidupan berdarah seorang tentara militer samurai. Malam-malam panas para pelacur di distrik merah Kyoto. Pastinya, orang Jepang gak akan kehabisan material untuk diceritakan.  Makanya, saya, secara jujur, mendeklrasikan diri sebagai salah satu dari sekian banyak orang yang keras menkritik media orientalis. Dalam konteks ini, saya memaknai media orientalis sebagai segala media berbau ketimur-timur-an yang diproduksi oleh orang-orang kulit putih. Seperti Geisha (2005), dan Shogun (2024), yang baru-baru ini menang Emmy. Sebuah media yang ditulis dengan tangan kedua, menurutku, akan sulit untuk menggapai esensi ekslusif yang hanya bisa diketa...

The Tragic Hero

sadar tidak sadar, belakangan karakter-karakter film maupun literatur tidak lagi secara jelas menggambarkan baik dan buruk, sebaliknya penulis seringkali menempatkan karakternya dalam keabu-abuan, dimana kebenaran dan kejahatan sulit untuk dipisahkan. beberapa karakter kesayangan kita bahkan berbuat kriminal dan kelihatan keren dengan aksi kriminalnya. sebetulnya sejak awal abad XX industri film amerika alias hollywood sudah akrab dengan kecendrungan ini. sebut saja don corleone dalam trilogi the godfather (1972-1990) , tony montana dalam scarface (1983) dan masih banyak lagi. sebelum masuk dalam topik pembahasan mari kita mengklasifikasikan jenis karakter dalam peran sosialnya: karakter yang memang baik sejak lahir biasa disebut hero . karakter semacam ini biasanya berjiwa pahlawan dan tak kenal pamrih. apabila seseorang berbuat jahat padanya dia memilih memaafkan ketimbang balas dendam. pokoknya dia ini sangat baik, saking baiknya dia mungkin bakal terlihat seperti ...