Skip to main content

How to : Change Blogger's Share Button to Custom Images


Ah, ohayou~ fyi, i'm not fasting. ada tamu ((nguahaha))((iykwim/datface/)) bagus ini ditengah bisa mati kejang saya kalo dapet diakhir -,-.

ratih nanya itu gimana bikin yang dibawah 'kontinu riding' maka dari itu, sekarang saya akan memberi tau bagaimana cara membuat 'yang dibawah 'kontinu riding' yang disebut dengan ((bgm: tere jeng jeng jeng)) 'Footer' !!! Ini penampakanya~

penampakan

Oke, langsung kita mulai caranya yuu ^^. Nah tapi gays disini kita bukan mau customize footernya, tapi mau bikin tombol share. supaya lebih imut dan ketjeh~

Hal pertama, yang musti dilakukan adalah! Disablekan Blogger's Share Button di Footermu. Caranya? follow this step;

pertama, buka Blogger / udunsay ((derpface)) / , Layout. Nah, disana bakal keliatan layout blogmu dalam versi yang lebih sederhana. Nah cari tempat blog post, terus cari link bertuliskan 'Edit' dikiri bawah, nah klik aja itu. nampak kea gini nie ;
klik tulisan 'Edit' tu
Dahtu, akan muncul tab baru, kalau sudah terlihat seperti itu, barulah kita disable kan share button caranya adalah klik button disebelah kirinya, pastikan button itu TIDAK DI CONTRENG


Kalau sudah, yuk kita pasang Custom Share Button-nya!
  1. Blogger --> Themplate --> Edit HTML
  2. cari kode <div class='post-footer'> ((pakai ctrl+f guys biar enak) 
  3. Kemudian, pastekan kode YANG ADA DI LINK INI, dibawah kode <div class='post-footer'>
  4. Preview
  5. Save

Sekedar info:
Aku mencari gambar 'share buttton'-nya di : https://www.iconfinder.com/

cr :The Blogger Decorator

Comments

  1. Gak bisa kak :3 di HTML tulisannya ada kesalahan :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah dibenerin manis, kodenya klik di link oke :)

      Delete
  2. ahayy makasih kak :3 berhasil berhasil <3

    ReplyDelete
  3. ANJAY LEVI GARANG BEUD :v

    blogger newbie numpang lewaaaaat~ \ :v /

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

What Should You Do After Joined #RandomPeople

[₁] Maaf nih sebelumnya. Setelah di cek lagi ternyata oh ternyata. Kami lupa masang di formulir tentang url blog kalian. Hehe, pasti nih ada beberapa dari kalian yang juga sudah merasakan kejanggalan ini. Iya kan? Nah, untuk itu kami minta tolong sama kalian untuk ngasih tau url blog kalian lewat komentar.  Formulirnya sudah di update. Tapi bagi kalian yang merasa belum, please  kasi tau url blog kalian di kolom komentar atau di c-box. [₂]   GROUP CHAT KITA SEKARANG ADA DI HANGOUT.   Jangan merasa nggak punya Hangout ya gengs. Aplikasi dari Google ini adalah aplikasi yang umumnya tersedia sebagai aplikasi default di android kamu. Ketika kamu punya akun Google+ otomatis kamu dapat memakai semua layanan Google kan? Termasuk, Hangout. Tetapi kami membutuhkan e-mail kalian nih, untuk masukin kalian ke Groupchat kita.  SO, MAKE SURE YOUR E-MAIL IS RELEVANT, USED AT YOUR BLOGGER AND GOOGLE PLAY ACCOUNT. THANKS. [₃] Namanya komunitas online. Nggak lengka...

Wajah Kita Hari Ini

Tahun 2003 silam, Emha Ainun Nadjib pernah menulis artikel untuk menanggapi carut-marut konflik Raja Dangdut dengan budaya goyang ngebor yang 'katanya' dilekasi Inul. Tajuknya pun gak kalah panas; Pantat Inul Adalah Wajah Kita Semua , tulisnya. Dalam artikel itu, Emha mencolek Sang Raja Dangdut, sebagai figur Bapak dari masyarakat dangdut yang adalah anak asuhnya. Ketidaksetujuan Bapak Dangdut atas perilaku nge- bor Inul dianggap Emha sebagai perilaku yang tergesa-gesa dan tidak bijaksana. Karena sesungguhnya goyang nge- bor nya si Inul adalah rekapitulasi budaya dangdut yang sadar atau tidak sadar sudah dibiarkan Raja Dangdut untuk tumbuh dalam Kerajaannya. Kemana si Bapak Dangdut sewaktu budaya ini marak di pelosok tanah air? Kenapa seakan-akan baru sadar akan keberadaannya ketika goyang Inul nge-top? Sebenarnya yang dimusuhi itu goyangnya atau kenge-top-annya? Kemana perginya kepedulian itu ketika industri dangdut kita yang kapitalistik ini memupuk budaya goyang aurat? Hari ...

Blue Eye Samurai: Epos Keberingasan Dendam Yang Setia pada Keaslian

Saya adalah penikmat segala jenis media yang berasal dari negeri mata hari terbit. Mulai dari literatur, komik sampai film, semuanya saya lahap habis. Mau bagaima lagi, semua orang tau seberapa pandai orang Jepang bikin cerita yang menarik. Apalagi dengan berbagai refrensi kehidupan romantis di era feudal Jepang yang susah dan penuh tantangan. Kehidupan berdarah seorang tentara militer samurai. Malam-malam panas para pelacur di distrik merah Kyoto. Pastinya, orang Jepang gak akan kehabisan material untuk diceritakan.  Makanya, saya, secara jujur, mendeklrasikan diri sebagai salah satu dari sekian banyak orang yang keras menkritik media orientalis. Dalam konteks ini, saya memaknai media orientalis sebagai segala media berbau ketimur-timur-an yang diproduksi oleh orang-orang kulit putih. Seperti Geisha (2005), dan Shogun (2024), yang baru-baru ini menang Emmy. Sebuah media yang ditulis dengan tangan kedua, menurutku, akan sulit untuk menggapai esensi ekslusif yang hanya bisa diketa...